Indonesia harus menjadi pengekspor produk halal utama -->

Indonesia harus menjadi pengekspor produk halal utama

Selasa, 29 Desember 2020

 Wakil Presiden Ma'ruf Amin telah menyerukan lebih banyak produksi produk halal untuk memungkinkan Indonesia menjadi eksportir utama produk halal. Produk halal tidak terbatas pada makanan dan minuman, tetapi juga produk lain seperti layanan pariwisata, busana muslim, media, kosmetik, obat-obatan dan hiburan, sangat potensial di pasar dunia, kata Amin


Indonesia harus menjadi pengekspor produk halal utama
Indonesia harus menjadi pengekspor produk halal utama

"Kami tidak ingin menjadi konsumen belaka, apalagi hanya memberi perangko karet halal untuk produk halal yang masuk ke Indonesia," katanya di Jakarta, Rabu. Pada 2017, produk halal dunia mencapai US $ 2,1 triliun, dan diharapkan menjadi US $ 3 triliun pada 2023.

Ekspor produk halal Indonesia merupakan 3,8 persen dari total produksi halal dunia. Untuk pasar domestik, Indonesia membelanjakan US $ 214 miliar untuk produk halal pada 2018. Berdasarkan Global Economic Economic Report pada 2019, Brazis adalah pengekspor produk halal terbesar di dunia dengan nilai ekspor senilai US $ 5,5 miliar, diikuti oleh Australia US $ 2,4 miliar.

"Saya akan senang jika produk halal yang dikonsumsi oleh orang-orang kita diproduksi di dalam negeri, dan mudah-mudahan kita bisa menjadi eksportir produk halal utama," tambahnya.

Sebagai pasar produk halal terbesar, Indonesia harus waspada terhadap penyalahgunaan label halal, katanya. Dia dikutip sebagai contoh biro perjalanan yang menawarkan pariwisata halal, tetapi layanannya buruk, dan investasi menggunakan simbol Islam, tetapi itu palsu.

"Saya ingin mengingatkan kita semua bahwa kasus-kasus seperti itu akan berdampak buruk pada perkembangan industri halal di Indonesia," katanya. Halal
industri tidak boleh mengeksploitasi simbol-simbol Islam, tetapi harus memberikan produk dan manfaat terbaik untuk kepentingan umat Islam, bangsa dan negara, katanya.

Sementara itu, pada 17 Oktober 2019, Hukum Produk Halal Indonesia ("Hukum Halal") mulai berlaku. Banyak produk konsumen dan layanan terkait yang masuk dan diperdagangkan di negara itu sekarang harus bersertifikat halal, sementara beberapa produk dan layanan akan memiliki hingga 2022 untuk mematuhinya. Hukum Halal mengatur pemrosesan, bahan, dan sertifikasi produk halal, selain menjalin kemitraan dengan badan-badan halal internasional.

UU Halal mengamanatkan pembentukan Badan Sertifikasi Produk Halal (BPJPH), sebuah badan pemerintah baru di bawah Kementerian Agama yang akan mengeluarkan sertifikat halal melalui sistem satu pintu.