Ketika Kota Beirut Berduka, Tank Israel Masuk Perbatasan Lebanon

Ketika Kota Beirut Berduka, Tank Israel Masuk Perbatasan Lebanon

Rabu, 12 Agustus 2020


Mazkinnews.com - Dikutp dari Viva militer, Ketika negara-negara di dunia berbondong-bondong memberikan bantuan atas insiden Ledakan di Kota Beirut Lebanon beberapa waktu lalu, Tentara Israel melakukan pelanggaran dengan melakukan invasi ke perbatasan Lebanon.

Diberitakan terdapat tiga Tank Israel (IDF) baru-baru ini telah meringsek masuk melanggar perbatasan Garis Biru di Kota  Selatan Mays al-jabal perbatasan Lebanon selatan. 

"Dua tank Tentara Israel (IDF) menerobos pagar teknis di perbatasan antara kota Mays al-jabal dan wilayah palestina yang diduduki, dan menetap di daerah sengketa di Kroum al-sharqi sebelah barat kota," dikutip dari viva militer dari AMN, hari Rabu tgl 12 Agustus 2020.

Sementara itu, satu anak Tank milik tentara Israel datang diseberang daerah itu dengan menembaki bom fosfor tyang membakar area sengketa antara pagar teknis dan garis biruuntuk mambackup atau melindungi 2 Tank lagi yang lebih dulu melintas pagar perbatasan sampai dua tank sebelumnya mundur ke pagar teknis di daerah Kroum al-Sharaqi di Mays al-jabal.

Namun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Hizzbulah terkait serangan Tentara Israel (IDF_ ke perbatasan Lebanon selatan itu.
Sebagimana diketahui, awal agustus lalu sebuh ledakan hebat telah melanda pelabuhan Beirut, Lebanon. Ledakan tersebut telah memakan korban diantaranya yang meninggal dunia dan melukai lebih dari 5000 warga sipil lainnya.

Ledakan tersebut disebabkan karena bahan kimia amonium nitrat itu sempat menimbulkan pertanyaan besar. Israel pun sempat dituding menjadi dalang dari ledakan yang terjadi di Pelabuhan Beirut Lebanon. 

Menteri pertahanan Israel Benny Gantz awal pekan ini sempat menyampaikan tentang dampak bahaya untuk setiap perang baru antara Israel dan Hizbullah Lebanon," Israel tidak akan ragu-ragu untuk berperang lagi di Lebanon jika dipaksakan padanya," ujar menteri pertahan Israel, dikutip dari viva militer.

Sementara itu, Presiden Israel Reuven Rivlin, Israel bukan bertujuan memerangi Lebanon, tetapi lebih mengingatkan ketegangan di perbatasan wilayah utara antara Lebanon dan Israel.
"Negara itu siap dan sepenuhnya siap menhadapi semua kemungkinan menghadapi pasukan Hizbulah," Ujar Rivlin