Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inilah yang Memicu Ledakan di Beirut Lebanon

Mazkinnews.com - dikutip dari bbc indonesia, Pemerintah Lebanon mengumumkan keadaan darurat selama dua pekan di Pelabuhan Beirut Lebanon dan memerintahkan sejumlah pejabat pelabuhan menjalani tahanan rumah, setelah ledakan hebat yang terjadi pada hari selasa (04/08). Seluruh kota hancur dan terguncang akibat ledakan dan kepulan asap menyerupai jamur dapat terlihat menyebar dikawasan pelabuhan.

Dari kejadian ini, Menteri kesehatan Lebanon mengumumkan jumlah korban meninggal meningkat menjadi 135 dengan korban luka sekitar 5.000 orang. Menteri perekonomian Raoul Nehme menggambarkan situasinya seperti "kiamat".

"Sebelum kejadian ini, kami dalam situasi yang sangat buruk. Anda tahu, kami meminta bantuan dana moneter Internasional, dan jika sekarang Anda melihat foto-foto yang beredarpelanuhan telah hancur"
Foto: bbc indonesia

"Dan tak satu pun rumah, saya katakan lagi, tak satu pun rumah, tak satu pun toko, tak satu pun apartemen, yang tidak rusak,. Ini seperti kiamat dan sekitar pelabuhan, tak ada yang tersisa," kata Nehme, dikutip dari bbc indonesia.

Yang memicu ledakan di Beirut Lebanon berasal dari Amonium nitrat seberat 3.000 ton itu telah berada di gudang di pelabuhan Beirut selama enam tahun setelah diturunkan dari kapal yang disitapada tahun 2013.

Kepala Pelabuhan Beirut dan kepala otoritas bea cukai mengatakan kepada media setempat bahwa mereka telah menulis surat kepada Pengadilan beberapa kali meminta agar bahan kimia itu diekspor atau dijual untuk memastikan kemanan pelabuhan. 

Manajer umum pelabuhan Hassan Koraytem mengatakan kepada OTV bahwa mereka telah mengetahui bahwa bahan itu berbahaya ketika ketika pengadilan pertama kali memerintahkannya disimpan di Gudang.

Dewan Pertahanan Tertinggi Lebanon telah berjanji bahwa mereka yang dianggap bertanggungjawab akan menghadapi "hukuman maksimum". Manteri Ekonomi Raoul Nehme kepada BBC "Saya pikir itu adalah ketidakmampuan dan manajemen yang sangat buruk dan ada banyak tanggung jawab dari manajemen dan mungkin pemerintah sebelumnya."

Tahanan rumah akan berlaku untuk semua pejabat pelabuhan "yang telah menangani urusan penyimpanan amonium nitrat, menjaganya dan menangani dokumennya ' sejak juni 2014, kata menteri Informasi Manal Abdel Samad.